Menurut sains, Bulan mendapatkan cahaya dari pancaran sinar matahari, tapi entah kenapa, sinar matahari saat dilihat tidak seindah sinar bulan, apakah karena matahari terlalu panas?
Tahun lalu aku kehilangan sosok paling penting setelah ibu kandungku, orang tuaku di sekolah, pembimbingku diluar sekolah dan pejuang bagi ketiga putri kembarnya. Ibu Siti Qomariyah, Ya, beliau namanya kalau diartikan dari bahasa Arab artinya bulan. Seperti namanya, Bu Qom, panggilannya di sekolah, selalu berwajah ceria dan cerah bagai bulan Purnama, tak kalah cerahnya dengan matahari pagi, disekolah atau diluar sekolah, kecerahan wajahnya tidak pernah hilang.
Beliau adalah guru Bahasa Indonesia di sekolahku SMK dulu, meski terlihat seperti mata pelajaran biasa, tapi beliau selalu mengajar dengan cara yang tidak konvensional, seperti apa itu? Beliau selalu mengajarkan dengan teknik learning by doing atau learning by practicing tidak melulu tentang teori, praktek selalu lebih diutamakan, misal, jika kita belajar tentang membuat proposal, maka kami harus membuat proposal segera setelah belajar atau, jika kita diajarkan tentang bagaimana cara menganalisa sebuah cerita maka tidak hanya berkutat pada teori semata, tapi beliau selalu menyediakan novel favorit dan juga sedang trend kepada kami murid-muridnya untuk dibaca dan dianalisa. Disclaimer membaca novel di sekolah kami tidak semudah dengan sekolah pada umumnya, karena sekolah kami berada di lingkungan pesantren, sehingga peraturannya cukup ketat, novel adalah barang haram, namun, Bu Qom berpikir bahwa literasi tidak boleh terhalang oleh tembok pesantren, budaya membaca novel atau buku pengetahuan lainnya harus terus kami dapatkan, sehingga loker beliau selalu penuh dengan novel-novel yang sedang tren dan kami bebas meminjamnya, asal mengembalikan dengan utuh, karena tahu sendiri, di pesantren sangat sedikit hiburan yang bisa kami dapatkan, Novel dari Bu Qom adalah hiburan kami dikala waktu senggang di jam istirahat sekolah.
Beliau juga salah satu orang yang membuatku jauh melompat seperti ini, hampir semua prestasi yang aku dapatkan, adalah berkat jasa beliau. Berawal dari lomba menulis di sebuah perusahaan media yang saya ikuti diam-diam, tak disangka saya mendapatkan juara di salah satu kategori, beliau notice minat dan bakat saya, disitulah beliau mulai menghubungi saya meminta untuk mengikuti beberapa lomba, mulai dari lomba esai nasional, lomba menulis dan bahkan titik pencapaian saya saat itu adalah saya berhasil menulis novel pertama saya berjudul “Akbar sang Pemimpi” beliau membantu saya dari awal hingga akhir, bahkan Novel itu adalah novel pertama bagi sekolah kami bersama dua temanku lainnya, total sekolah kami berhasil menerbitkan tiga novel.
Berita buruk datang ketika aku duduk di bangku kelas 3 SMK, beliau jatuh sakit karena kanker, beliau harus rutin dirawat dan bolak-balik ke rumah sakit untuk kemoterapi. Saat sakit kami sempat menjenguk Bu Qom, Kami bertujuh inisiatif iuran untuk membeli buah berharap Bu Qom lekas sehat, Karena rumah beliau dekat pasar, sebelum ke rumah, kami mampir ke pasar dan membeli berbagai macam buah. Saat sampai, wajah cerahnya selalu tampak, padahal wajah pucat karena menahan sakit terlihat jelas, Beliau merasa bersemangat dan segera menyuruh kami duduk, kami mengobrol tentang sekolah, tertawa, makan beberapa makanan ringan dan berfoto bersama, Kenangan yang tidak akan kami lupakan.
Setelah lulus dan sekarang aku berkuliah, berita yang lebih buruk datang, beliau, Bu Qom yang telah banyak membimbingku, mengajar banyak ilmu dan memberikan kesempatan untuk bertumbuh, meninggal dunia. Bukan berita baik tentunya bagiku, aku kehilangan sosok paling penting dalam sejarah hidupku sampai saat ini. Tapi mungkin Tuhan lebih sayang Bu Qom, Ibu sudah tidak sakit lagi, sudah tidak perlu lelah bolak balik ke rumah sakit dan tidak perlu menahan sakit ketika mengajar kami lagi. Seandainya Tuhan mengabulkan doaku, aku ingin ketemu Bu Qom di mimpi dan di surga nanti, selamat jalan Bu Qom, Semoga kita berkumpul bersama di surga, mohon maaf tidak sempat menjenguk untuk terakhir kalinya, terimakasih atas semua jasa besar ibu untuk saya.
Komentar
Posting Komentar