Saya tidak akan lupa bulan-bulan yang saya lalui pada masa ini
Saya tidak akan lupa orang-orang yang saya jumpai masa ini yang baik atau belum
Saya tidak akan lupa perasaan campur aduk, penuh keraguan dan ketakutan saat ini
Saya tidak akan lupa sakit fisik, sosial, psikis dan spiritual ini
Saya tidak akan lupa rasanya berangkat lapar pulang menggelepar
Saya tidak akan lupa fitnah, celaan, hinaan, kesalahpahaman yang tersebar tanpa dasar
Saya tidak akan lupa berapa uang tersisa di dompet dan rekening ku
Saya tidak akan lupa frustasi dan lelahnya ibu dan aku menghadapi manusia munafik, penyebar fitnah dan pengadu domba itu, datang ketika perlu, pergi ketika selesai mengencingi kami
Saya tidak akan lupa ketika kami diam saja dirumah tanpa uang penuh tagihan hutang
Saya tidak akan lupa tawa hina mereka di saat kami terus berharap tuhan mengabulkan doa kami
Saya akan ingat masa itu, terus, ku pendam, bersama orang, sosok, rasa sakit, rasa bahagia, rasa duka dan setiap detik jam berdetak
Doa kami tidak boleh berhenti, usaha kami tidak boleh mandek, keringat kami dan tangis kami harus menjadi darah, tawa mereka harus menjadi bara, saya sadar bukan saya satu-satunya, tapi salah satunya, dan saya percaya, tuhan tidak akan pernah mengedipkan matanya sedikitpun dari pandangan kami, ia terus mengawasi gerak-gerik kami, ribuan harapan terlalu banyak, satu pengabulan sudah melimpah, semua ada tanganNya, Kami harus belajar menjadi manusia paling ikhlas dan egois agar tidak sakit hati.
Semoga tuhan bersama kita semua
(Poetry by 丝线 )
Komentar
Posting Komentar