Semakin dewasa, aku jadi semakin paham anugerah yang diberi tuhan pada setiap orang itu nggak semata-mata dipukul rata, Tuhan ngasih anugerahnya sesuai kemampuan dan keperluan, misal kita gak butuh Pajero kenapa juga Tuhan ngasih? Karena mungkin kita butuh hal lain yang lebih penting, meskipun keinginan hati tetep pengen juga sih.
Ini juga yang aku amati dari teman-teman waktu sekolah dulu, Dan pengalaman ini jadi sebuah berkah besar bagi aku sendiri, aku jadi semakin bersyukur bahkan semakin percaya diri dengan jalan hidupku sendiri, meskipun kadang iri juga dengan hidup orang lain, tetapi pengalaman ini seperti jadi siraman kopi yang membangunkan kekantukanku.
Temanku ini adalah anak yang baik, dia supel, ramah dan suka bantu teman lain yang kesulitan. Dia lahir dari keluarga kaya, bagaimana tidak, Ibu-nya dokter terkemuka di daerahnya bahkan ayahnya punya lahan persawahan yang luasnya puluhan hektar. Uang saku bukan masalah besar baginya, uang berapapun yang dikeluarkan dari rekeningnya akan tertutup kembali sempurna sehingga jumlahnya akan tetap seperti kemarin, tentu berkat orang tuanya yang makmur. Ponsel yang ia miliki juga bukan seperti ponsel penuh gores dan sekali foto langsung memori penuh seperti milikku, Yah, kalian tahulah apa kasta ponsel tertinggi kalau di Indonesia yang kameranya tiga itu, sejenis itulah pokoknya. Kalau dibilang sombong, nggak juga ya, karena kadang teman-teman dekatnya termasuk aku kadang di traktir makan, sungguh mulia hatimu kawan, mau memberi makan anak yatim, wkwkwk.
Bak buah mangga yang ranum tapi ketika dipetik sudah dimakan codot, hidupnya yang sempurna ternyata ada juga kurangnya. Ia selalu gagal dalam hal ginian ❤️, entah apa penyebabnya, tapi baru-baru ini aku sadar kenapa wanita menjauhinya.
Begini, aku yakin, cewe kalau milih cowo pasti milih yang pertama adalah isi dompetnya (kemungkinan pertama) dan dia masuk dong seharusnya ke kriteria pertama, tapi di kriteria kedua nih yang umumnya dicari sama cewe, KEDEWASAAN. Kedewasaan yang aku maksud nggak ada tafsir lain ya.. nanti dikira lain, wkwkwk. Bisa dibilang, untuk mental remaja seusianya, karakter, tingkah laku dan sikapnya sehari-hari masih seperti anak TK yang kalau mau sesuatu harus ada seketika itu juga dan kalau gak mau langsung buang. Aku yakin, Cewek akan selalu memilih lelaki yang punya mental dewasa, punya pendirian, dan bisa jadi pemimpin si cewek juga keluarga kedepannya, yang pasti gitu dong, tapi sayangnya, sifat kedewasaan masih sulit menempel di dirinya. Dalam kasus kecil, kalau dia mau ngajak temen-temennya main ke mall, misal, atau nonton film ke bioskop dia selalu memaksa, ya kali nggak liat-liat atau nanya-nanya dulu kan, nih temennya punya uang apa nggak? ya dong? makhluk hidup kaya saya yang bayar parkir di mall 5000 perak aja, ngedumelnya sampe rumah kok disuruh makan seblak mall yang harganya 50.000, lhah mending beli di tetangga, bisa bolak balik 5 kali, ya nggak?
Dari sini aku sadar, hal yang gak bisa dibeli pake uang selain waktu adalah “KEDEWASAAN” orang bisa bilang uang yang ada di rekening kamu banyak, tapi kalau kamu gak bisa mengelola uangnya dengan “dewasa” dan bijaksana, ujung-ujungnya nol juga tuh saldo. Ya bodo amat bapak ibu kalian orang terkaya sedunia kalau ngatur keuangan sesimpel bedain keinginan sama kebutuhan aja masih bingung, habis juga tuh duit. Dan meskipun saldoku nggak sedua digit punya dia, setidaknya aku bersyukur, Tuhan ngasih aku kedewasaan, mental kuat dan kesabaran luar biasa.
Karena aku yakin, manusia bisa bertahan di dunia ini bukan cuman karena punya uang banyak, tapi juga karena mereka adaptif, kalau di jaman kaya gini sih, punya mental kuat dan sikap yang bodo amat untuk hal-hal gak penting aja udah bantu banget sih. So, buat kalian yang saldonya dua digit tapi dibelakang koma, saranku, kalian cari duit sih kalau mau keisi, hehehehe, tapi sambil cari duit, belajar jadi dewasa itu penting banget, biar hidup kalian bisa lebih kuat menghadapi tantangan-tantangan yang datangnya gak pake kabar.
Komentar
Posting Komentar