Palestina, Bukan Tentang Agama, Bukan Tentang Ras, Tapi Tentang Manusia




 

Konflik dan krisis kemanusiaan telah banyak terjadi di seluruh dunia, dari perang dunia satu sampai abad kedua puluh satu. Konflik dan krisis kemanusiaan di Afrika, Rohingya dan yang selalu hangat dibicarakan, Palestina.


Pembunuhan yang dilakukan oleh bangsa biadab disebut zionis israel telah menyebabkan jutaan kematian, yang biadabnya, bukan berasal dari kalangan militer saja, namun dari semua kalangan, generasi dan usia. Mereka membunuh anak-anak, wanita bahkan lansia demi ambisi untuk menguasai tanah milik tiga agama, islam, kristen dan yahudi (bukan zionis israel). Hal yang banyak disebut oleh media media besar seperti C*N dan media yang berkolusi dengan zionis israel, menyebutkan apa yang terjadi di Palestina adalah perang.


Bahkan apa yang terjadi di Palestina bukan termasuk perang, Lalu apa?

Dikutip dari Britannica, Perang merupakan konflik sosial dan politik yang melibatkan permusuhan dengan durasi dan besaran yang cukup lama, selain itu konflik dalam perang tentunya dimulai dan dilakukan dengan bentuk bentuk yang diakui secara sosial. Yang terjadi, perbandingan kekuatan antara militan Palestina dan anjing pemburu zionis itu sangatlah jomplang. Palestina tidak didukung oleh persenjataan yang lengkap dan besar, berbanding terbalik, “mereka” didukung penuh oleh “negara-negara bodoh” yang rela mengeluarkan triliunan dolar untuk mendukung genosida terhadap anak-anak, wanita, lansia dan orang-orang lemah disana. 


Selain itu, perang juga memiliki peraturan dan undang-undang yang telah disepakati oleh negara-negara di seluruh dunia, sebagai hasil dari konsekuensi terjadinya perang dunia 1 dan 2. Hukum Humaniter Internasional adalah hukum yang mengatur tentang perang, seperti dilarang menggunakan senjata beracun, senjata biologis, membunuh anak-anak, wanita dan lansia, semua itu dilanggar oleh segerombolan hewan bernama zionis israel. Bahkan Perdana Menterinya sendiri sering mengatakan “Kami tidak akan berhenti” dalam setiap kesempatan yang ada.


Ditambah lagi dengan hadirnya negara terkuat nan Adidaya seperti Amerika yang memiliki kekuatan untuk menghentikan perang, mengendalikan ekonomi dunia dan stabilitas politik sebuah negara lebih memilih untuk mendukung penjahat alih-alih korban perang yang sudah jatuh ribuan bahkan jutaan. Mereka yang mengaku kuat dan terbaik diantara negara lain lebih memilih mendukung pembunuhan alih-alih kehidupan sejahtera dan damai di seluruh dunia. Presiden AS saat ini Joe Biden bahkan secara frontal dan terang-terangan mendukung israel dengan beberapa kali menyampaikan dukungan melalui media, memberi bantuan persenjataan bahkan ia pernah mengunjungi negara pembunuh itu daripada mengunjungi negara korban.



Di masa pilpres yang akan dilaksanakan di AS sebentar lagi, ia berbalik arah mengaku bahwa apa yang terjadi di Palestina adalah kejadian yang buruk dan kesalahan besar, padahal ia sendiri yang turun tangan secara tidak langsung mendukung pembunuhan tersebut. 

Namun, tentu manusia yang memiliki hati tidak mungkin mengabaikan pembunuhan yang terjadi di Palestina. Banyak warga dunia yang memiliki sikap kontradiktif dengan pemerintahannya sendiri. Mereka lebih memilih menjadi manusia yang memanusiakan daripada manusia yang menghancurkan. Ini membuktikan bahwa kejadian di Palestina bukan perang agama atau perang ras tapi perang melawan “alien” bernama zionis israel, sehingga seluruh lapisan masyarakat di dunia melakukan berbagai macam aksi untuk membela kemanusiaan. 


Tidak hanya Amerika, Beberapa negara besar nan hebat seperti Inggris, Kanada dan beberapa negara di Eropa yang memiliki afiliasi dengan Amerika lebih memilih mendukung israel sebagai “tukang jagal” alih alih jutaan korban yang jatuh akibat kesalahan mereka. Namun anehnya, mereka sangat getol mengkampanyekan HAM, yang mana mereka selalu mendukung kasus-kasus kecil yang bahkan tidak lebih penting daripada krisi kemanusiaan di Palestina. Dengan demikian, negara-negara besar yang saya sebut dengan “negara bodoh” ini telah melakukan standar ganda. Lain mulut lain dikata


Dalam islam, standar ganda disebut munafik. Kiai Zakky menerangkan, munafik pengertiannya adalah melahirkan sesuatu yang berbeda dengan batinnya. “Pengertian lain menyebutkan bahwa munafik adalah memperlihatkan keimanannya dan menyembunyikan kekafirannya,” ujar Kiai Zakky Mubarak dikutip NU Online, Senin (30/5/2022) dari facebooknya. Munafik adalah akhlak yang amat sangat tidak terpuji dalam islam, karena sifat ini merupakan sifat yang disukai setan, selain itu, sifat munafik berbahaya jika tidak dihindari. Karena bayangkan saja, jika seseorang yang kita percaya, ternyata bersikap lain dibelakang kita, bahkan cenderung hanya memanfaatkan kita untuk keuntungannya sendiri, tentu akan sangat menyakiti hati kita.


Lalu apakah akhlak tidak terpuji munafik ini hanya berlaku bagi umat islam saja? Tentu tidak. Secara umum munafik dapat dipahami sebagai sifat yang berlawanan dengan komitmen. Komitmen menurut KBBI adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak. Lantas, apa hubungan yang dilakukan oleh “negara bodoh” dengan konsisten. Mereka berkomitmen untuk menegakan HAM karena berpengalaman dengan apa yang telah terjadi pada perang dunia satu dan dua. Namun, agaknya mereka hanya melakukan itu di atas kertas atau hanya memperdulikan kasus HAM yang menguntungkan mereka saja, buktinya kasus pembunuhan terbesar di dunia seperti Palestina tidak membuat mereka menoleh dan tergerak hatinya.


Sebagai mahasiswa, kita tentu sangat kritis terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Khususnya kami, para mahasiswa keperawatan, yang selalu diajarkan tentang kepedulian, kemanusiaan dan komitmen.

Setiap melihat para “penjagal manusia” itu menjatuhkan bom, membunuh, menendang anak-anak dan wanita, hati kami terbakar dan merasa bodoh, karena kami tidak mampu melakukan apa-apa selain berdoa untuk kekuatan mereka.


Banyak terjadi aksi bela Palestina yang diinisiasi oleh mahasiswa, tidak hanya dari Indonesia, tapi dari seluruh dunia. Bahkan mahasiswa dari universitas-universitas top dunia tidak ragu-ragu menyuarakan kemerdekaan untuk Palestina, namun tidak jarang tindakan mereka menghasilkan tindakan anarkis dari polisi atau berimbas kepada kelulusan mereka, Hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk senantiasa menyuarakan kemanusiaan, meskipun almamater mereka mungkin memiliki pilihan yang berbeda dengan lebih memilih mendukung apa yang dikatakan oleh “tuan besar”.


Tindakan yang dilakukan oleh israel tentunya memunculkan banyak pertanyaan, “Mengapa mereka membunuh? mengapa mereka sangat ingin memiliki dan menguasai tanah suci Palestina? Ada apa sebenarnya?” Saya sempat mengira, apa yang dilakukan oleh israel adalah tindakan balas dendam atas kejadian buruk yang menimpa kepada 9 juta kaum yahudi di eropa, khususnya di Jerman. Tapi, sebenarnya, apa itu Holocaust?. Dikutip dari website resmi Ensiklopedia Holocaust, Holocaust merupakan penganiayaan dan pembantaian sistematis yang disokong negara terhadap enam juta orang Yahudi Eropa oleh rezim Nazi Jerman dan sekutu serta para kaki tangannya. Holocaust merupakan proses yang terus berkembang dan terjadi di seluruh Eropa antara tahun 1933 dan 1945. Hal ini berawal dari adanya antisemitisme atau prasangka dan kebencian terhadap orang Yahudi yang menjadi dasar ideologi Nazi dan telah tersebar di seluruh Eropa. Penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan oleh Nazi terus berkembang dan menjadi semakin radikal antara tahun 1933 dan 1945, Ditambah, doktrin yang di gaungkan oleh Hitler, bahwa bangsa dengan kasta tertinggi adalah bangsanya, yaitu bangsa Arya (orang berkulit putih/orang Jerman sendiri). Antisemitisme memuncak dalam pembantaian massal terhadap 6 juta orang Yahudi di Eropa oleh Nazi. Kemungkinan besar hal itu juga menjadi alasan mengapa israel ganti menjajah Palestina, Namun, Mengapa Palestina? Bukannya yang membunuh nenek moyang mereka adalah orang Eropa yang tidak lain tidak bukan juga sudah mendukung tindakan kejinya?


Namun hal yang perlu digaris bawahi adalah, Tidak semua orang Yahudi adalah Zionis penyebab kekacauan di Palestina. Banyak dari kaum Yahudi malah memilih berbalik mendukung Palestina alih-alih mendukung saudaranya sendiri, yang tidak lain dan tidak bukan adalah zionis israel. Tidak perlu diragukan, hal ini membuktikan bahwa, kekejaman dari zionis israel diakui oleh saudaranya sendiri, Sebagai manusia yang memiliki hati dan cinta kasih, sudah sepatutnya mereka membela pihak yang tersakiti, bukan yang menyakiti. Hitler mungkin akan dianggap pahlawan saat ini oleh umat muslim, setidaknya bagi saya sendiri, jika menghabisi seluruh Yahudi yang ada di Eropa saat itu, Namun ada beberapa riwayat yang mengatakan alasan Hitler membenci Yahudi, dari anne frank house alasan Hitler membenci Yahudi adalah karena tindakan mereka saat perang dunia yang mengkhianati negara dan telah membawa kekalahan bagi Jerman pada saat itu. Selain itu, ada salah satu kata-kata ikonik yang sering berseliweran di sosial media, Hitler berkataJika aku mau, aku bisa membunuh seluruh orang yahudi, namun aku akan menyisakan sedikit dari mereka agar kalian tahu mengapa aku membunuh mereka”. Sekarang saya paham, mengapa Hitler menghabisi Yahudi, dan saya cukup menyesalkan perbuatan Hitler, Mengapa ia harus membuat Palestina juga merasakan keburukan zionis israel, Bukankah akan lebih damai dunia jika ia menghabisi mereka semua? Yahudi dikenal dengan kecerdikan dan kelicikannya.


Terbukti dari potongan film yang pernah saya lihat tentang kehidupan sultan Abdul Hamid II sultan kekaisaran Utsmaniyah yang berjudul Payitaht: Abdul Hamid, Ada sebuah cuplikan yang menunjukan pertemuan antara Theodore Herzl yang merupakan pencetus Zionisme, yang tidak lain dan tidak bukan adalah pencetus dari semua kekacauan yang ada saat ini di Palestina. Dalam cuplikan tersebut, ia secara terang-terangan meminta sejengkal tanah di Palestina kepada Sultan Abdul Hamid II untuk tempat tinggal umat Yahudi saat itu. Perlu diketahui bahwa umat Yahudi memang tidak seperti umat kristen atau umat islam yang memiliki negara asal atau tempat tinggal asli. Namun apa yang dikatakan oleh Sultan Abdul Hamid II sangat membuat kemarahan diraut wajah Theo, Beliau menolak mentah-mentah permintaan tidak masuk akal itu, Sultan mengatakan bahwa tanah itu telah mengorbankan banyak tentara Islam, ia mempertahankan tanah itu untuk umat Islam dan tidak akan pernah memberikan tanah sejengkal pun kepada Yahudi, Karena beliau tahu, bahwa jika sejengkal tanah diberikan, maka sama saja memberikan tanah seluruh tanah Palestina, karena, mereka akan menggunakan berbagai trik dan cara untuk menguasai seluruh tanah suci itu. Tidak lama setelah itu, zionis didirikan dengan mengumpulkan kaum elit Yahudi untuk menyusun rencana besar merebut tanah Palestina dari penjagaan dan kekuasaan kesultanan Utsmaniyah, dan tidak lama setelah itu, Sultan Abdul Hamid II digulingkan dari tahtanya secara tidak adil, dan beliau gagal mempertahankan tanah suci Palestina dari cengkeraman tangan kotor zionis. Mari kita doakan kebaikan kepada Sultan Abdul Hamid II atas jasanya mempertahankan tanah suci tiga agama itu untuk kita, dan tidak lupa, kita juga mendoakan kekekalan Theodor Herzl di neraka, atas kekacauan yang telah diperbuat.


Selain alasan atas dendam Yahudi atas tragedi Holocaust (kemungkinan), Ada alasan sejarah dan keagamaan yang mendukung tindakan bejat israel terhadap rakyat di tanah Palestina. Mereka mempercayai adanya tanah yang dijanjikan yang mereka pahami secara harfiah bukan maknawiyah, sehingga mereka percaya tanah yang dijanjikan itu adalah tanah Palestina. Mereka percaya, dengan menguasai tanah Palestina, Messiah (Imam Mahdi versi mereka) sebagai juru selamat akan turun, Banyak ulama yang telah menafsirkan messiah dalam setiap kesempatan, salah satunya Ust. Adi Hidayat, Beliau mengatakan bahwa Messiah yang mereka maksud adalah Dajjal yang kita ketahui sebagai makhluk bermata satu pembawa petaka dan bencana di akhir zaman nanti. Namun, Jika memang mereka merasa Palestina adalah tanah yang seharusnya mereka miliki, bukankah hal itu tidak adil. Palestina dan kompleks masjid Al-Aqsa telah ada ribuan tahun, dan menjadi tempat bagi tiga agama, Islam, Kristen dan Yahudi itu sendiri (bukan zionis tentunya), Bukankah kami sebagai umat beragama lain juga memiliki hak yang sama atas tanah Palestina sebagai tempat bersejarah dan tempat kami beribadah? Memang, soal pemikiran kolot zionis patut diacungi jempol, klaim mereka atas kepemilikan tanah Palestina adalah milik mereka seorang sangat kekanak-kanakan dan memalukan hal memalukan.




Kekejaman mereka tidak hanya sekedar membunuh manusia dari semua kalangan dan usia, Mereka bahkan membuat ibadah wajib yang seharusnya mudah bagi kita umat Islam dengan kondisi kita saat ini, menjadi hal yang amat sangat luar biasa sulit. Tidak seperti kita yang saat melakukan ibadah terjamin keamanan dan kenyamanannya. Saudara kita di Palestina harus berhadapan dengan tentara yang lebih layak saya sebut sebagai “anjing pemburu” yang sewaktu-waktu akan “menggigit”. Setiap rakaat dan takbir yang mereka kumandangkan mungkin akan bersamaan dengan peluru-peluru yang melesat, setiap doa dan ,lantunan ayat suci yang mereka lafalkan mungkin akan berhadapan dengan rudal yang meluncur di hadapan mereka, atau bahkan sujud mereka mungkin akan menjadi sujud terakhir saat itu juga di muka bumi.


Selain membuat ibadah yang kita lakukan mudah menjadi sulit bagi saudara kita di Palestina, mereka juga membuat anak-anak, penjaga tanah suci itu harus lupa dengan pendidikan. Bagaimana tidak, Menurut sumber yang saya dapatkan, Hak pendidikan yang seharusnya telah menjadi hak wajib bagi seluruh anak-anak dunia yang telah dipertegas oleh konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak-hak anak dirampas dengan berbagai macam cara. Awalnya mungkin mereka hanya dibatasi dengan jarak sekolah, namun semakin lama, mereka tidak hanya terbatas oleh jarak yang jauh, tapi juga harus berhadapan dengan militer israel, bayangkan, anak sekecil itu berhadapan dengan militer bersenjata lengkap, yang kapanpun mereka bisa melepaskan pelurunya jika bosan atau tidak suka, bahkan tanpa alasan, begitulah kekejaman mereka, tidak peduli apakah ia anak-anak maupun wanita. Bejatnya lagi, militer israel bahkan melakukan pelecehan dan kekerasan kepada anak-anak Palestina, Bukankah terlalu pengecut jika mereka hanya melawan anak kecil? Tindakan bodoh dan pengecut mereka memang sangat memalukan bagi umat manusia. Lebih jauh lagi, mereka juga mulai menjadikan bangunan sekolah sebagai sasaran rudal-rudal neraka mereka. Hal ini bahkan tidak terjadi saat perang dunia pertama dan kedua, bahkan Hitler yang dibenci oleh penjuru dunia tidak melakukan hal itu, namun israel dengan berani dan percaya diri membunuh anak-anak yang sedang belajar demi masa depan mereka dan Palestina. Lebih dari 200 sekolah telah mereka hancurkan atau alih fungsikan menjadi kamp-kamp militer.


Kelicikan israel memang laik diacungi jempol, Mereka tidak hanya menghancurkan hidup para remaja dan orang tua, Mereka bahkan membunuh anak-anak agar di masa depan, tidak ada lagi orang Palestina yang bisa menjaga tanah suci itu, agar bangsa Palestina hancur dari bumi kita, agar seluruh dunia tau siapa yang berkuasa atas tanah Palestina. Dengan menghancurkan pendidikan, mereka akan mulai mencuci otak anak-anak tak berdosa itu agar membelot dan mendukung tindakan keji israel.


Tidak hanya masalah pendidikan dan politik yang sedang mereka hadapi disana, mati-matian mereka melindungi warisan para rasul itu sampai mengabaikan perut dan kesehatan mereka. Saudara kita disana rela mati dengan cara apapun asal tanah Palestina kembali ke tangan mereka, dan Masjid Al-Aqsa bersih dari najis tangan para zionis. Seandainya manusia punya hati, tapi tidak dengan israel. Tidak cukup menghancurkan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan rumah-rumah, Mereka menahan bantuan makanan dan obat dari seluruh dunia, tidak hanya menahan, mereka dengan bahagianya menghancurkan, menghamburkan dan membuang-buang bantuan yang kita harapkan sampai dan dapat dinikmati oleh saudara kita di Palestina. Tidak berhenti sampai situ, pasokan air dan listrik yang sudah menjadi kebutuhan dasar mereka, diputus saluran, mereka terpaksa mengandalkan bantuan air dari pihak lain. Imbas dari pemutusan aliran listrik, menjadikan semua informasi dari dan ke Palestina terputus, Membuat Palestina menjadi penjara yang sesungguhnya.

Indonesia selalu berkomitmen untuk menjaga perdamaian diatas dunia, seperti yang telah diamanatkan undang-undang bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sehingga penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Selain itu dalam undang-undang dasar RI 1945 para pendiri bangsa telah berkomitmen untuk melaksanakan ketertiban dunia, sehingga penjajahan, pembunuhan, kolonialisme dan genosida dengan alasan apapun tidak dibenarkan. Melihat situasi yang ada di Palestina, sejak Presiden pertama RI Ir. Soekarno, selalu menegaskan posisi Indonesia agar senantiasa berdiri bersama Palestina dan membela kemerdekaan bagi Palestina #standwithpalestine. Meskipun presiden telah berganti sebanyak 8 kali, Posisi Indonesia tidak pernah goyah sedikitpun dan senantiasa mendukung gerakan Palestina, aksi damai yang terjadi di kota-kota besar, aksi mahasiswa dalam menyuarakan kemerdekaan mahasiswa, bantuan yang diberikan dari pundi-pundi rupiah seluruh rakyat Indonesia menjadi bukti, bahwa, Indonesia tidak akan meninggalkan Palestina, dan kami tidak akan pernah lupa atas perbuatan keji dan sewenang-wenang israel kepada mereka. Kami siap bersaksi di akhirat, bahwa israel, sudah selayaknya menjadi bahan bakar di neraka Jahannam.


Bukankah seharusnya ada solusi untuk tragedi kemanusiaan yang ada di Palestina? Tentu ada, bahkan telah banyak opsi dilakukan untuk mengakhiri konflik dan pembunuhan yang ada disana. PBB telah mengeluarkan beberapa resolusi untuk menciptakan perdamaian disana. Resolusi 181 salah satunya yang dideklarasikan pada tahun 1947 yang mengusulkan untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua negara. Meskipun demikian resolusi ini tidak sepenuhnya diimplementasikan, buktinya, wilayah Palestina tetap tidak lebih besar dibanding sebelum kedatangan makhluk asing bernama zionis israel. Selain mengeluarkan resolusi, PBB juga mengirimkan beberapa misi perdamaian di wilayah konflik seperti United Nations Truce Supervision Organization (UNTSO) dan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) yang bertujuan untuk mengawasi gencatan senjata, memberikan bantuan kemanusiaan dan melindungi hak-hak pengungsi. Upaya negosiasi dan diplomasi juga telah dilakukan dengan menunjuk mediator khusus yang ditunjuk oleh PBB, seperti perjanjian Oslo tahun 1993 yang bertujuan untuk memfasilitasi proses perdamaian antara israel dan organisasi pembebasan Palestina. Bukan hanya PBB, Setiap organisasi Internasional seperti Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam OKI juga telah melibatkan diri untuk menyelesaikan konflik di Palestina. 


Atas kejadian yang terjadi di Palestina, sebagai mahasiswa, kami dapat meneladani banyak nilai-nilai kehidupan dan perjuangan, serta akhlak-akhlak buruk yang harus kami hindari.


Rakyat Palestina yang dengan getol memperjuangkan kemerdekaannya demi menjaga “rumah suci” tiga agama menyadarkan kami, bahwa komitmen dan nasionalisme adalah sebuah keharusan. Masjid AL-Aqsa yang telah diamanahkan oleh para nabi dan rasul sebagai kiblat pertama bagi umat muslim mereka jaga dengan segenap jiwa dan raga, dari anak kecil, remaja, dewasa, orang tua, wanita bahkan lansia memegang teguh komitmen untuk menjaga apa yang telah diamanahkan, asal Masjid AL-Aqsa masih dapat berdiri, nyawa mereka tidak penting, begitu mungkin yang ada dipikiran mereka. Lalu apa yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa untuk membuktikan bahwa kita senantiasa bersama mereka mendukung Palestina dan menolak berbagai jenis tindak kekerasan dan penjajahan? Jawabannya adalah sangat mudah dan sangat banyak cara kita untuk mendukung dan membantu mereka. Kalian pasti pernah dengar istilah ini the power of netizen bukan? Kekuatan sosial media tidak dapat diragukan lagi. Dengan adanya sosial media kita menjadi memiliki dua dunia yang berbeda, dunia nyata dan dunia maya. 


Sembari mereka berjuang mempertahankan Palestina melalui dunia nyata, berhadapan langsung dengan militer, kita juga harus memperjuangkan kemerdekaan dengan terus menggaungkan kemerdekaan dan kebebasan Palestina, dengan berbagai cara, menyebarkan keadaan di Palestina melalui sosial media, berhadapan langsung dengan pembela israel di platform sosial media, berkomentar secara masif untuk membela mereka, menyukai konten tentang bela Palestina atau bahkan mungkin menyebarkan konten tentang tindakan bejat israel agar seluruh dunia agar mereka tahu, bahwa israel bukanlah manusia. 


Kita semua tahu, bahwa israel didukung oleh perusahaan-perusahaan besar dan ternama seperti MCDonald, Starbucks, Burger King, Domino’s Pizza atau produk-produk yang sudah banyak beredar di sosial media tentang afiliasi mereka dengan israel. Jika kita memiliki komitmen untuk mendukung kemerdekaan dan kemanusiaan di tanah Palestina, dengan tidak membeli produk-produk mahal itu, kita sudah menyelamatkan dua hal, uang yang ada di dompet kita (karena mahal) dan setiap nyawa yang ada di Palestina. Boikot adalah hal paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk menunjukan komitmen dan konsistensi kita dalam membela kemanusiaan. Setiap barang yang kita beli dari brand itu, adalah setiap peluru yang ditembakkan, setiap uang yang kita habiskan dengan membeli barang dari brand itu adalah luncuran roket yang membunuh puluhan orang yang sedang beristirahat sambil berharap hidup mereka masih bertahan hingga esok hari.


Selain itu, kita juga bisa senantiasa menyisipkan kemerdekaan Palestina dalam setiap lantunan doa yang kita lafalkan, hal itu tentu sangat membantu, dan agar mulut kita menjadi saksi di akhirat nanti, bahwa kita tidak pernah berhenti menyuarakan kebaikan untuk melawan kebatilan. Doa dan tindakan kita ini membuktikan kita berkomitmen dalam kebaikan.


Sifat pantang menyerah atau ulet yang mereka ajarkan sudah lebih dari cukup. Seperti para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di masa lalu, sifat ulet mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan telah menjadi pukulan keras bagi kita yang telah merdeka dan hidup nyaman untuk terus berjuang untuk hal yang kita cita-citakan. Kekurangan yang mereka lebih banyak daripada kelebihan yang kita miliki, Namun tidak menjadikan mereka menyerah begitu saja, mengingat amanah dan beban yang mereka miliki dalam menjaga “rumah suci” adalah tanggung jawab besar. Bukan berjuang untuk hal semua dan keuntungan pribadi, mereka berjuang untuk masa depan umat Islam dan masa depan anak cucu mereka agar tidak merasakan kesengsaraan yang mereka rasakan saat ini.


Amanah yang mereka terus jaga dan pertahankan menyadarkan kita, bahwa mengemban tugas sebagai penjaga Masjid AL-Aqsa dan komplek peribadatan disana bukanlah hal mudah, nyawa mereka bisa hilang sewaktu-waktu, mungkin saat beribadah, mungkin saat sedang berjalan ke Masjid, mungkin saat makan dan minum atau bahkan mungkin saat mereka bernapas. Ini menyadarkan kita bahwa amanah bukanlah hal yang kita anggap remeh, amanah yang telah dipercayakan harus dijaga dengan apapun yang kita miliki, karena hasilnya akan ditanya ketika kita di akhirat nanti. Sungguh berat beban yang saudara kita di Palestina pikul.


Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, bahwa tindakan munafik dari negara barat sudah menjadi bukti, bahwa negara maju dan kaya seperti Eropa tidak menjamin kewarasan pemimpinnya. Komitmen mereka dalam menjaga dan menegakan HAM yang nyatanya hanya sampai di mulut saja, mereka lantunkan dalam pidato penuh sandiwara di panggung dunia, nyatanya jutaan nyawa rakyat Palestina tidak lebih penting dengan aksi-aksi gila nan memalukan yang mereka bela. Sifat tidak konsisten dan ketidaktaatan atas hal yang mereka buat dengan penyebutan Hak Asasi Manusia agaknya lebih baik dihapus saja, Mereka saja sewenang-wenang menegakan HAM. Bagaimana mungkin negara penjajah merasa tersakiti atas perang yang tidak terjadi di negaranya sambil meneriakan HAM, padahal mereka lebih ahli dalam membunuh dan menguasai tanah orang. Sifat munafik yang dilakukan oleh mereka sudah seharusnya menjadi lampu merah bagi kita, sebagai mahasiswa, atau rakyat pada umumnya, orang munafik tidak akan pernah selamat dunia atau akhirat, setiap tindakan yang dilakukan oleh orang munafik adalah memalukan dan menjijikan, Lihatlah Eropa, Tindakan mereka dibalas dengan berbagai bencana. Sebagai seorang mahasiswa kami menyadari bahwa, komitmen dalam belajar adalah keutamaan, menyadari tugas kami sebagai mahasiswa dan melaksanakan tugas tersebut secara konsisten dan penuh dengan komitmen membuktikan bahwa kami tidak bersikap munafik dan bermuka dua seperti pemimpin-pemimpin di negara bodoh itu.


Tindakan yang dilakukan oleh israel menyadarkan kami, bahwa, sifat pengecut memang sudah seharusnya dihindari. Selayaknya seperti negara dan bangsa terhormat, seharusnya mereka lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Bukan dengan membunuh anak kecil, wanita dan lansia. Bukan pula dengan memblokir bantuan kemanusiaan. Bukan pula dengan memutus aliran air dan listrik, apalagi dengan membiarkan anak-anak kehilangan hak-nya agar mendapatkan pendidikan dan mendapatkan kebahagiaan. Seperti orang tua yang bertengkar dengan anak berusia 5 tahun, apakah anak itu akan menang jika orang tua itu bersenjatakan senapan laras panjang sedangkan anak 5 tahun baru bisa membaca dan menulis dan yang ia bawa hanyalah pensil? tentu tidak.


Ketidaksetaraan ini yang menjadikan israel adalah bangsa paling pengecut dalam sejarah manusia, alih-alih menyerang sesama personel militer, mereka malah menyerang orang-orang lemah tak bersenjata, memalukan. Hal ini membuat militer israel dipermalukan oleh tindakannya sendiri, banyak video yang menunjukan mereka dipermalukan di sosial media, bagaimana tidak, militer seharusnya memiliki sikap ksatria dan penuh dengan keberanian, bukannya sifat ke-pengecut-an. Memang mereka terlihat gagah berani di dunia nyata, namun tidak dengan dunia maya, mereka bahkan runtuh hanya dengan “kata-kata sederhana” dari media sosial. Kami menyadari, sebagai manusia terhormat, sudah selayaknya kita bersikap secara benar, melawan apa yang setara dan menghadapi apa yang mampu kita hadapi adalah sifat yang benar. Hidup yang kita jalani bukanlah untuk mencari mangsa seperti israel, tapi untuk menjaga kehormatan, tidak seperti hewan buas yang kelaparan, betapa terhormatnya kematian para syahid di Palestina.


Kezaliman yang mereka lakukan kepada manusia tidak diragukan lagi, zionis israel sudah sangat ahli di bidangnya. H. Sahirman dalam kesempatan yang singkat menyampaikan bahwa zalim menurut Islam ada tiga macam  yang pertama zalim kepada Allah SWT,  yaitu seseorang yang menyekutukan atau menduakan Allah SWT. Yang kedua, zalim kepada diri sendiri yaitu tidak berlaku adil terhadap diri sendiri. Dan yang ketiga zalim lighairihi, yaitu zalim kepada orang lain. Mereka bahkan telah lolos dari ketiga jenis zalim ini, Pertama mereka telah menyekutukan Allah SWT dengan menyembah dan mengagungkan Messiah palsu (Dajjal) yang bukannya akan menyelamatkan manusia, malah akan membawa kita ke neraka dan kepada bencana. Kedua mereka telah zalim kepada diri sendiri, dengan membunuh sesama manusia lain, berarti mereka telah melakukan dosa besar, bahkan mereka telah terbiasa dan bangga dengan tindakannya, sungguh orang yang rugi. Zalim ketiga yang telah mereka lakukan adalah mereka telah zalim kepada orang lain, bukan hanya menyakiti fisik dan psikis, mereka bahkan telah membuat saudara kita di Palestina sengsara dengan tindakan sewenang-wenangnya. Ini membuktikan bahwa, mereka telah sangat ahli dalam berbuat zalim, sungguh memalukan, dan semoga kita terhindar dari segala sifat zalim.




Sebenarnya masih banyak sifat buruk yang harus kita hindari mencontoh dari tindakan keji israel kepada saudara kita di Palestina, namun jika saya mau menjelaskan semuanya, mungkin tidak cukup satu buku untuk menuliskan seberapa buruk dan memalukannya sifat mereka, bahkan jika setiap manusia menuliskan keburukan israel dan menjadikannya buku, mungkin itu belum tertulis semua.


Sebagai tulisan pamungkas, saya ingin menyampaikan bahwa, sekeras apapun israel mencoba menguasai Palestina, mereka tidak akan pernah berhasil, meskipun manusia yang menjaga tanah suci itu hanya tinggal satu orang, Palestina akan tetap kembali kepada pemiliknya, yaitu umat Islam dan orang orang yang telah berjuang menjaganya. Palestina bukan hanya milik umat Islam, mereka milik semua orang yang peduli dengan kemanusiaan, membenci tindakan kesewenang-wenangan dan tindakan pengecut yang dilakukan oleh zionis israel. Bukan hanya manusia yang ikut menjaga tanah Palestina, Allah SWT akan selalu membersamai orang-orang yang berjuang di jalannya.


Mungkin kalian memperhatikan banyak kesalahan penulisan dalam tulisan saya, khususnya dalam penulisan nama dan negara, tapi itu adalah kesengajaan. Saya tidak pernah mempercayai israel adalah sebuah nama yang patut dikenang, itu bahkan bukan nama sebuah negara, hanya segerombolan pembunuh yang haus akan darah.










DAFTAR PUSTAKA

Anandia, D. (2024). Peran Muslim Dalam Konflik Geopolitik: Analisis Perang Israel-Palestina. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 09(02) 2548-6950.

Irman S. (2019). Pendidikan Karakter Abad 21 Dalam Perspektif Islam. Annual Conference on Islam Education and Social Science 01(02) 286-301.

Teguh S. Pengaturan Perang dan Konflik Bersenjata dalam Hukum Humaniter Internasional. Indonesian Journal of International Law Universitas Indonesia 4(3) 526-553

Joseph Frankel. (2024, 6 July). War. Diakses pada 6 Juli 2024, dari https://www.britannica.com/topic/war 

Patoni. (2022, 30 May). KH Zakky Mubarak Jelaskan Ciri-ciri Orang Munafik. Diakses pada 6 Juli 2024, dari https://www.nu.or.id/nasional/kh-zakky-mubarak-jelaskan-ciri-ciri-orang-munafik-QUEO6#:~:text=Kiai%20Zakky%20menerangkan%2C%20munafik%20pengertiannya,5%2F2022

Anne Frank House. Are all Jews Zionists?. Diakses pada 6 Juli 2024, dari https://www.annefrank.org/en/topics/antisemitism/are-all-jews-zionists/ 

Anne Frank House. What did Hitler hate the Jews?. Diakses pada 6 Juli 2024, dari https://www.annefrank.org/en/topics/antisemitism/why-did-hitler-hate-jews/ 

Wikikutip. Adolf Hitler. Diakses pada 7 Juli 2024, dari https://id.wikiquote.org/wiki/Adolf_Hitler 

Suara Muhammadiyah. (2024 1 January). Bani Israil dan Tanah yang Dijanjikan. Diakses pada 7 Juli 2024, dari https://www.suaramuhammadiyah.id/read/bani-israil-dan-tanah-yang-dijanjikan 

Defense for Children International Palestine. Right to a Childhood. Diakses pada 7 Juli 2024, dari https://www.dci-palestine.org/right_to_a_childhood 


Human Rights Campaign. President Biden’s Pro-LGBTQ Timeline. Diakses pada 8 Juli 2024, dari https://www.hrc.org/resources/president-bidens-pro-lgbtq-timeline 

Martin Armstrong. (2024 23 February). The Countries Committing the Most Aid to Ukraine. Diakses pada 8 Juli 2024, dari https://www.statista.com/chart/28489/ukrainian-military-humanitarian-and-financial-aid-donors/ 

Zahid, Perna. (2021 18 May). Continent-Wide Analysis of COVID 19: Total Cases, Deaths, Tests, Socio-Economic, and Morbidity Factors Associated to the Mortality Rate, and Forecasting Analysis in 2020–2021. Diakses pada 8 Juli 2024, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8157209/ 

Rifan Aditya. (2023  23 November). Apa Itu Julid Fisabilillah? Netizen Keroyok Sosmed Tentara IDF Bikin Erlangga Greschinov Diangkat Komandan. Diakses pada 8 Juli 2024, dari  https://www.suara.com/news/2023/11/23/124305/apa-itu-julid-fisabilillah-netizen-keroyok-sosmed-tentara-idf-bikin-erlangga-greschinov-diangkat-komandan 

Inmas Aceh (2021 19 Maret). Apel Sore Jumat di Redelong: Tiga Zalim yang Wajib Kita Jauhi. Diakses pada 8 Juli 2024, dari https://aceh.kemenag.go.id/index.php/baca/apel-sore-jumat-di-redelong:-tiga-zalim-yang-wajib-kita-jauhi-#:~:text=Lebih%20lanjut%20ia%20menyampaikan%2C%20yang,yaitu%20zalim%20kepada%20orang%20lain

Komentar