Saya bakal bikin tambah cape, wkwkwk
Mungkin kalian pernah ngikutin beberapa seminar atau sekedar liat konten tentang motivasi, diisi sama orang-orang hebat, berpengalaman, memiliki kekayaan yang luar biasa atau dikenal sebagai figur yang baik.
Tentunya bukan seminar bisnis MLM ya, yang sudah jelas omong kosongnya.
Saya sendiri suka dengerin motivasi yang kadang lewat fyp media sosial, beberapa dari orang besar, bukan yang cuman gede badannya doang, maksudnya kaya tokoh publik, negarawan, tokoh agama, konglomerat atau kalau yang lagi musim sekarang, influencer yang bergelimang harta, suka bagi-bagi uang yang tidak tahu apakah itu asli, kalau belanja barang pasti borong dan kemana-mana selalu bilang “kalian pasti bisa kok, aku juga mulai dari nol, dulu views-nya juga sedikit, aku yakin kalian pasti bisa kaya aku, semangat ya” tidak lupa sambil senyum sumringah menyemangati. Saya suka melihat betapa berbinar-nya mata mereka ketika memotivasi kroco-kroco penuh mimpi tapi kadang iri kaya saya ini, saya jadi penuh optimis akan berhasil seperti mereka suatu saat nanti, yah, suatu saat nanti entah kapan.
Sebenarnya nggak ada salahnya memotivasi orang lain, hal bagus malah, buat ngebantu menggugah jiwa lemah seperti saya ini. Namun saya terkadang berpikir “Mereka sekarang berada di posisi teratas, sedang berada pada titik tertinggi karirnya, mereka mencoba untuk memotivasi kita dan membangkitkan semangat kita, tapi, bukannya aneh ya? mungkin gak mereka bakal tetap ngomong gitu kalau posisinya lagi di bawah, bahkan kejlungup”. Kan lucu juga kalau bayangin mereka njelungup sambil bilang “kalian bisa kok kaya aku yang dulu, kaya raya bergelimang harta, semangat ya” wkwkwk.
Sebenernya kenapa saya mempertanyakan motivasi yang keluar dari mulut mereka? Ya gini aja logikanya. Mereka sedang berada di posisi paling atas, puncak kejayaan, anggap saja roda yang mereka kendarai sedang berada diatas, mereka pasti sedang dalam suasana hati yang baik, dan menyampaikan kata-kata mutiara dengan suasana hati yang bagus dan penuh semangat bahagia. Berbanding terbalik dengan objek yang mereka beri motivasi, sedang terpuruk, dalam keadaan suasana hati yang buruk, tidak punya uang bahkan, mungkin semangat untuk hidup. Kita nggak bisa jamin dong mereka bakal ngucapin kata-kata yang sama kalau posisi mereka lagi kaya kita?
Saya pernah liat satu video yang lewat FYP saya di situ anak orang terkaya dari India sedang memotivasi kita ceritanya, dia bilang gini “My father always taught me, never ever think negative, always be positive” dan kalian tau, bagaimana komentar netizen disana? sangat mencengangkan, mereka sangat paham, rata-rata mereka komentar gini, “ya nggak mungkin kamu bakal punya pikiran negatif kalau kamu punya jutaan dolar” bahkan saya juga nggak ketinggalan dong, saya komen gini aja sih “When you feel negative if you have a billion dollar? You joke a***t” ya gimana nggak positif coba, ketika dia lahir aja udah bakal nge warisin jutaan dolar bapaknya, emang komedi anak orang kaya satu ini.
Dan ada satu lagi nih video yang pernah saya lihat di media sosial yang disampaikan orang yang saya kurang tau beliau siapa, tapi kata-katanya bener-bener buat saya terpukul, kurang lebih sih gini “kunci sukses jadi orang kaya itu kata orang adalah kerja keras tapi kok kenapa banyak orang yang kerja keras, misal ada 100 orang yang kerja keras di tempat kerja yang sama, tapi kenapa yang kaya cuman satu? ya itu berarti bukan kerja keras dong kunci sukses jadi orang kaya, kunci sukses orang kaya berarti ya keberuntungan, mereka beruntung”. So jadi sekarang saya sadar kenapa banyak orang tua yang usianya sudah puluhan tahun, sudah jadi kakek nenek malah, tetap bekerja keras namun tidak kunjung kaya, kalah sama influencer yang post satu video endorse modal hp, produk sama mulut manis bisa ngasilin puluhan kali lipat gaji kuli borongan, sayang, mereka memang tidak seberuntung itu.
Bukan bermaksud untuk men-demotivasi, saya cuman pengen kalian tahu, bahwa hidup seadanya, menyadari kemampuan kita dan kekuatan kita, bekerja dan belajar sekuatnya dan menjalani hidup dengan santai, chill dan ikhlas adalah salah satu cara untuk menjaga kewarasan diri kita. Saya pernah baca satu buku, bagus pake banget karya Henry Manampiring judulnya “Filosofi Teras” yang di dalam bukunya punya satu inti pesan yang mungkin seharusnya kita semua ketahui, bahwa jangan coba mengendalikan hal yang diluar kendali kita. Kerja keras, belajar yang rajin, cari uang dari subuh sampai subuh lagi itu adalah kewajiban kita, sebagai manusia, makhluk paling sempurna ciptaaN NYA, namun ingat, hasilnya nanti urusan tuhan, entah akan diberikan sekarang di dunia, atau nanti di surga, tuhan yang lebih tahu, tuhan pasti adil, jika tidak sekarang, berarti nanti. Motivator terbaik adalah kita sendiri, yang sudah tau jatuh bangunnya sendiri, tahu kesalahan sendiri yang harus diperbaiki dan bagaimana membangun semangat untuk diri sendiri, akhir kata, HIDUP DIRI SENDIRI!

Komentar
Posting Komentar