Anti Aesthetic-Aesthetic Club
Bagi beberapa orang, Instagram adalah tempat paling cocok untuk mengunggah aktivitas dan hobi mereka. Bagi beberapa lainnya, Instagram adalah tempat untuk berbisnis, memamerkan hasil jepretan dan portofolio mereka. Tidak ada yang salah dengan tujuan masing-masing.
Terkadang saya iri dengan feed Instagram orang-orang, Yang rapi tertata, mulai dari highlight, bio dan foto-foto di dalamnya yang terlihat dipotret dengan sangat hati-hati dan diedit dengan sepenuh hati, apalah saya yang foto suka grusah-grusuh dan tidak sabaran, itu yang saya foto, ya itu yang saya simpan. Ada pula yang Instagram yang foto profilnya kosong, isi highlightnya foto pemandangan saja sih, tapi aesthetic, feed sama reelsnya apalagi, kosong melompong, tapi kok bisa ya, pengikutnya ribuan? Ada yang bisa jawab? Komen dong, Ini pertanyaan terbesar saya semenjak mengikuti beberapa akun dengan konsep misterius itu.
Semenjak memulai bersosial media dengan Instagram, saya mulai mengetahui beberapa tipe manusia yang menggunakan akunnya, kadang saya juga menebak-nebak MBTI atau kepribadiannya dari isi akunnya. Kalau feednya rame, pengikut dan yang diikuti ratusan sampai ribuan apalagi sering update status di IG story, mungkin dia ekstrovert, kalau dia postingannya sedikit, jarang banget update status di IG story, mungkin dia bisa dihitung, update berapa kali sebulan, kemungkinan besar dia introvert, tapi jelasnya nggak semua ya, prediksi aja.
Terus hubungan sama judul di atas apa tuh?
Ada yang bilang, "Kalau mau unggah foto di Instagram itu harus aesthetic, yang cantik, atau yang ganteng, harus di edit biar bagus dilihatnya" ya, itu kalau tipe orang yang suka repot dan suka banget foto, mungkin itu adalah sebuah keharusan. Tapi, buat saya yang anti repot, grasah-grusuh, sukanya cepat dan sat set, kalau mau upload foto di feed Instagram. Apa yang ada di galeri, yang sudah saya potret, dan saya ngerasa momen itu mengandung makna dan bakalan saya kenang untuk waktu yang lama ya itu yang saya unggah.
Bagi saya, Instagram adalah tempat saya bercerita dan membagikan momen berharga. Foto aesthetic itu bukan saya dan keahlian saya. Apa gunanya foto aesthetic tapi jika tidak ada momen berharga di dalamnya?. Bayangan saya, Untuk mengambil foto aesthetic nan cantik itu harus membutuhkan waktu yang lama, harus ambil angle yang pas lah, lightingnya lah, editnya lah, halah, repot, mending foto, cekrek, selesai.
Lalu bagaimana jika ada yang bilang "Apaan sih, foto Instagramnya kaya postingan bapak-bapak atau ibu-ibu, alay banget!" Bukannya itu harapan kita semua, bisa eksis terus sampai jadi bapak-bapak atau ibu-ibu, atau bahkan sampai kakek-nenek. Foto yang ada di Instagram bagi saya bukan hanya sekedar foto yang kalau dilihat itu enak, kelihatan bagus, mewah dan penuh wah-wah, Foto adalah sebuah momen yang diabadikan, pastinya banyak cerita didalamnya, cerita sedih, bahagia atau mungkin momen yang nggak bakalan kita lupakan.
Kalau kalian lihat di feed saya mungkin bakalan banyak foto yang nggak jelas, angle-nya nggak pas, ekspresinya apalagi. Ya, itu saya, saya seadanya, nggak mengada-ada, saya hanya suka memotret dengan gaya bebas, tidak ada aba-aba, candid dengan ekspresi tak terduga juga lebih bagus.
Terus, apakah salah jika kalian suka foto yang aesthetic? Tentu, tidak. Saya sangat kagum dengan usaha kalian untuk membuat sebuah potret sederhana menjadi karya seni, Mungkin dari kalian yang suka foto aesthetic punya bakat terpendam untuk jadi fotografer handal. Buat kalian yang sama kaya saya, ga bisa foto dengan cantik, ga masalah kok buat kalian upload dan ceritakan momen kalian apa adanya di Instagram, itung-itung memanfaatkan database Instagram biar ga mubazir, lihat saja perbedaan feed Instagram saya dan saudara saya, wahhh, jauh banget, Kakak saya suka foto yang aesthetic dengan konsep alam dan kesederhanaa, lah saya!? Liat aja di Instagram, hehe.
Komentar
Posting Komentar